Rabu, 24 Agustus 2016

Dars 7 - Mufrad, Tatsniyah, & Jamak



بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 

 

DARS 7 - Mufrad, Tatsniyah, & Jamak

 

       Isim berdasarkan jumlah terbagi 3, yaitu:


Isim Mufrad (الاِسمُ المُفرَدُ) 

Yaitu kata tunggal.
Contoh:
Lil 'Aqil (yang berakal), untuk manusia:
مُسلِمٌ (seorang muslim)
مُسلِمَةٌ (seorang muslimah)

Lighairil 'Aqil (tidak berakal), untuk kata benda:
كِتَابٌ (sebuah buku)
قَلَمٌ (sebuah pulpen)



Isim Tatsniyah (الاِسمُ التَّثنِيَةُ) atau Mutsanna (مُثَنَّ) 

Yaitu kata ganda.
Terdapat 2 rumus:
aani ( انِ َ ) dan aini ( ينِ َ )
Contoh:
مُسلِمَانِ - مُسلِمَينِ (dua orang muslim)
مُسلِمَتَانِ - مُسلِمَتَينِ (dua orang muslimah)
كِتَابَانِ - كِتَابَينِ (dua buku)
قَلَمَانِ - قَلَمَينِ (dua pulpen)



Isim Jamak (الاِسمُ الجَمعُ) 

Yaitu kata majemuk.
Pembagian isim jamak:
Jamak Lil 'Aqil pada dasarnya ada 2, yaitu:


Jamak Mudzakkar Salim (جَمعُ مُذَكَّرٍ سَالِمٌ) yaitu bentuk jamak bagi isim-isim mudzakkar.
Terdapat 2 rumus:  uuna ( ونَ ُ ) dan iina ( ينَ ِ )
Contoh:
مُسلِمُونَ - مُسلِمِينَ (orang-orang muslim)
 

Jamak Muannats Salim (جَمعُ مُؤَنَّثٍ سَالِمٌ) yaitu bentuk jamak bagi isim-isim yang muannats.
Rumus:  aatun ( اتٌ َ )
Contoh:
مُسلِمَاتٌ (orang-orang muslimah)


Jamak Lighairil 'Aqil pada umumnya adalah Jamak Taksir (جَمعُ تَكسِيرٍ) yaitu jamak yang tidak memiliki aturan baku. Jamak ini biasanya digunakan untuk kata benda mati.
Contoh:
كُتُبٌ (buku-buku)
أَقلاَمٌ (pulpen-pulpen)


Akan tetapi ada juga jamak taksir yang bukan dari kata benda, sehingga jamak taksir ada 2 jenis:
Jamak Taksir Lil 'Aqil yaitu untuk yang berakal.
Contoh:
رَجُلٌ - رِجَالٌ (laki-laki)
نَبِيٌّ - أَنبِيَاءُ (nabi)
رَسُولٌ - رُسُلٌ (rasul)
أُستَاذٌ - أَسَاتِذَةٌ (ustadz)
غَنِيٌّ - أَغنِيَاءُ (orang kaya)
 

Jamak Taksir Lighairil 'Aqil yaitu jamak taksir untuk kata benda.
Contoh:
كِتَابٌ - كُتُبٌ (buku)
قَلَمٌ - أَقلاَمٌ (pulpen)
بَابٌ - أَبوَابٌ (pintu)
 

Nama benda yang mengandung ta marbuthah bisa diubah ke jamak muannats salim.
Contoh:
شَجَرَةٌ ↔ شَجَرَاتٌ (pohon-pohon)
 

Ada beberapa isim mudzakkar yang jamaknya jamak taksir.
Contoh:
طَلِبٌ ↔ طُلاَّبٌ (siswa-siswa)
عَامِلٌ ↔ عُمَّالٌ (pekerja-pekerja)


بَارَكَ اللّٰهُ فِيْكُمْ وَمَعَكُمُ النَّجَاحُ وَ جَاهِدُوْا

 

Dars 6 - Isim Jamid & Isim Musytaq



بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 

 

DARS 6 - Isim Jamid & Isim Musytaq

 

     Isim ditinjau dari sisi asal-usulnya terbagi 2, yaitu:
 

Isim Jamid

Yaitu isim yang tidak dibentuk dari kata yang lain (tidak memiliki asal usul kata). Isim ini berdiri sendiri tanpa diubah atau diturunkan dari kata yang lain.
Contoh:  قَلَمٌ (pulpen)
 

Isim Musytaq

Yaitu isim yang dibentuk dari kata yang lain (memiliki asal-usul tashrif/perubahannya dan ketika ditelusuri terdapat akar katanya).
Contoh:
كِتَابٌ (buku) ↔ كَتَبَ (menulis)
مَسجِدٌ (masjid) ↔ سَجَدَ (bersujud)

 

Tambahan: 
Isim Dlamir (الاِسمُ الضَّمِيرِ) yaitu kata ganti.
Ada beberapa kata ganti:
Ghaib (غَائِبٌ) yaitu kata ganti orang ketiga.
1. Dia (mudzakkar) = هُوَ
2. Mereka Berdua
(mudzakkar) = هُمَا
3. Mereka
(mudzakkar) = هُم
4. Dia (muannats) = هِيَ
5. Mereka Berdua
(muannats) = هُمَا
6. Mereka
(muannats) = هُنَّ

Mukhatab (مُخَاطَبٌ) yaitu kata ganti orang kedua.
7. Kamu (mudzakkar) = أَنتَ
8. Kalian berdua
(mudzakkar) = أَنتُمَا
9. Kalian
(mudzakkar) = أَنتُم
10. Kamu (muannats) = أَنتِ
11. Kalian berdua
(muannats) = أَنتُمَا
12. Kalian
(muannats) = أَنتُنَّ

Mutakallim (مُتَكَلِّمٌ) yaitu kata ganti orang pertama.
13. Saya = أَنَا
14. Kami = نَحنُ

 

بَارَكَ اللّٰهُ فِيْكُمْ وَمَعَكُمُ النَّجَاحُ وَ جَاهِدُوْا


Senin, 22 Agustus 2016

Dars 5 - Mudzakkar & Muannats



   بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

DARS 5 - Mudzakkar & Muannats

 

 

        Isim berdasarkan jenis terbagi 2, yaitu:

Isim Mudzakkar (مُذَكَّرٌ)

Secara bahasa, mudzakkar artinya laki-laki. Sedangkan secara istilah, isim mudzakkar adalah istilah atau terminologi untuk kata-kata yang masuk ke dalam jenis laki-laki. 
Contoh:
✏ Nama orang, seperti:
أَحمَدُ   (Ahmad)
زَيدٌ     (Zaid)
يُوسُفُ (Yusuf), dan semua nama laki-laki.


✏ Nama benda, seperti:
كِتَابٌ  (buku)
قَلَمٌ     (pulpen)

ثَوبٌ (baju), dan semua nama benda yang tidak mengandung huruf ta marbuthah (ة).

Isim Muannats (مُؤَنَّثٌ)

Secara bahasa, muannats artinya wanita. Jadi, isim muannats adalah istilah untuk semua isim yang masuk ke dalam jenis wanita.
Contoh:
✏ Nama wanita, seperti:
فَاطِمَةٌ   (Fatimah)
خَدِيجَةُ  (Khadijah)
عَاءِشَةٌ  (Aisyah), dan semua nama wanita.

✏ Nama benda, seperti:
مِروَحَةٌ  (kipas angin)
جَامِعَةٌ   (universitas)

مَدرَسَةٌ (sekolah), dan semua nama benda yang mengandung ta marbuthah (ة).

Selain kata yang mengandung huruf ta marbuthah, ada juga kata yang tidak mengandung ta marbuthah tetapi termasuk muannats, seperti:
✏ nama anggota tubuh yang berpasangan:
عَينٌ (mata)
أُذُنٌ (telinga)
يَدٌ (tangan)

✏ sebagian nama benda langit:
أَرضٌ (bumi)
شَمسٌ (matahari)


  بَارَكَ اللّٰهُ فِيْكُمْ وَمَعَكُمُ النَّجَاحُ وَ جَاهِدُوْا

 

Dars 4 - Fi'Il Shahih & Fi'il Mu'tal



بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 

DARS 4 - Fi'il Shahih & Fi'il Mu'tal

 

       Ditinjau dari huruf penyusunnya, fi'il dibagi 2, yaitu:

Fi'il Mu'tal

Yaitu fi'il yang huruf penyusunnya mengandung minimal salah satu dari 3 huruf 'illat yaitu alif (ا), wawu (و), dan ya (ي) baik pada awal, tengah atau akhir kata. 
Contoh:
صَارَ (menjadi)
رَمَى (melempar)
وَقَى (menjauhi)


Fi'il Shahih

Yaitu fi'il yang huruf penyusunannya terbebas dari huruf 'illat.
Contoh:
ذَهَبَ (pergi)




       Selain itu, ditinjau dari kebutuhan terhadap objek, fi'il juga dibagi 2, yaitu: 

Fi'il Lazim (الفِعلُ اللاَّزِمُ)

Yaitu kata kerja yang tidak membutuhkan objek (intransitif). 
Contoh:
ذَهَبَ (pergi)
جَلَسَ (duduk) 


Fi'il Muta'addy (الفِعلُ المُتَعَدِّي)

Yaitu kata kerja yang membutuhkan objek (transitif). 
Contoh:
نَصَرَ (menolong)
نَظَرَ (melihat)




بَارَكَ اللّٰهُ فِيْكُمْ وَمَعَكُمُ النَّجَاحُ وَ جَاهِدُوْا

 

Minggu, 21 Agustus 2016

Dars 3 - Ciri-Ciri Fi'il, Isim, dan Huruf



بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 


DARS 3 - Ciri-Ciri Fi'il, Isim, dan Huruf 


Ciri-Ciri Fi'il: 

  • Didahului huruf قَد artinya sungguh (untuk fi'il madhy) atau terkadang (untuk fi'il midhari'). Contoh:  قَدأَفلَحَ (Al-Mu'minun ayat 1) 
  • Didahului huruf سَ artinya akan. Contoh: سَيَقُولُ (Al-Baqarah ayat 146) 
  • Didahului huruf سَوفَ artinya akan. Bedanya dengan سَ, kata سَوفَ digunakan untuk waktu yang lebih lama ketimbang سَ. Contoh: (At-Takatsur ayat 3) سَوفَ تَعلَمُونَ  
  • Diakhiri ت (ta ta'nits). Contoh: قَالَت (An-Naml ayat 18)
Apabila mengandung ciri-ciri diatas maka sudah pasti fi'il, akan tetapi tidak semua fi'il datang dengan ciri-ciri tersebut. Banyak fi'il yang berdiri sendiri tanpa ciri yang menyertainya.
 
 

Ciri-Ciri Isim:

  • Dilekati alif lam (ال). Contoh:   الكِتَابُ / القُرأَنُ 
  • Bertanwin (ً ٍ ٌ ). Contoh:   قَلَمٌ / بَابٌ 
  • Bertemu dengan huruf jar (huruf yang membuat kata setelahnya menjadi berharakat kasrah). 
 

Huruf 

Huruf tidak memiliki ciri karena huruf menjadi ciri dari fi'il atau isim. Huruf adalah yang bukan isim dan bukan fi'il.

بَارَكَ اللّٰهُ فِيْكُمْ وَمَعَكُمُ النَّجَاحُ وَ جَاهِدُوْا

 

Dars 2 - Pengertian Fi'il, Isim, dan Huruf



 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


DARS 2 - Pengertian Fi'il, Isim, dan Huruf

  

    Unsur penyusun kalimat terdiri dari 3, yaitu:

Fi'il (اَلفِعلُ) 

Secara bahasa, fi'il adalah perbuatan atau kata kerja. Sedangkan dalam ilmu nahwu, fi'il adalah kata yang menunjukkan suatu makna, yang berkaitan dengan waktu kejadian.

Fi'il terbagi 3, yaitu:
Fi'il Madhy (المَاضِي) yakni kata kerja untuk masa lampau yang memiliki arti telah melakukan sesuatu. 
Contoh: كَتَبَ (telah menulis)
 
Fi'il Mudhari' (المُضَارِعُ) yakni kata kerja yang memiliki arti sedang melakukan. 
Contoh: يَكتُبُ (sedang menulis)

Fi'il Amar (الأَمرُ) yakni kata kerja perintah.
Contoh:
أُكتُب (tulislah!)


Isim (الإِسمُ)

Secara bahasa, isim memiliki arti nama atau kata benda. Sesangkan dalam ilmu nahwu, isim adalah kata yang menunjukan suatu makna akan tetapi tidak berkaitan dengan waktu.
 
Beberapa contoh kata yang termasuk jenis isim:
Isim 'Alam (nama orang): زَيدٌ (Zaid)
Isim Isyarah (kata tunjuk): هَذَا (ini)
Isim Dlamir (kata ganti): أَنَا (saya)


  

Huruf (الحَرفُ)

Yaitu huruf hijaiyah yang memiliki arti baik yang tersusun dari 1 huruf, 2 huruf atau 3 huruf.
 
Contoh:
وَ (dan)
فَ (maka)
سَ (akan)
كَ (seperti)
لِ (untuk)
بِ (dengan)
مِن (dari)
عَن (dari)
فِي (di dalam)
إِلَى (ke)
عَلَى (diatas)
رُبَّ (sedikit/jarang)
مُنذُ (sejak)


Diantara huruf diatas ada yang termasuk huruf jar (bercetak tebal) yaitu huruf yang menyebabkan isim yang ada setelahnya wajib di baca kasrah (memiliki harakat kasrah).

Contoh kalimat:
يَذهَبُ زَيدٌ إِلَىالمَدرَسَةِ
(Zaid sedang pergi ke sekolah)

يَذهَبُ = Fi'il
زَيدٌ = Isim
إِلَى = Huruf
المَدرَسَةِ = Isim



بَارَكَ اللّٰهُ فِيْكُمْ وَمَعَكُمُ النَّجَاحُ وَ جَاهِدُوْا

Dars 1 - Pengantar Ilmu Bahasa Arab



 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 

DARS 1 - Pengantar Ilmu Bahasa Arab

 

    Pada dasarnya ilmu Bahasa Arab memiliki beberapa cabang ilmu, diantaranya ilmu sharaf, ilmu nahwu, ilmu mantiq, ilmu balaghah, dsb. Namun diantara sekian banyak cabang ilmu Bahasa Arab ada 2 ilmu yang harus dikuasai oleh pemula yakni Ilmu Sharaf & Ilmu Nahwu. Dengan mempelajari Ilmu Sharaf & Ilmu Nahwu, InsyaAllah kita bisa membuat kalimat dalam Bahasa Arab dengan benar sesuai dengan kaidah-kaidah Bahasa Arab.
  
    Ilmu Sharaf adalah ilmu yang mempelajari perubahan kata dari satu bentuk ke bentuk yang lain.
  
     Ilmu Nahwu adalah ilmu yang mempelajari susunan dan kondisi kalimat. (lebih fokus kepada bagaimana suatu kalimat itu disusun, serta bagaimana aturan yang terkait dengannya seperti harakat, letak kata, dan bentuk kata yang tepat)
 
Contoh:

 جَلَسَ زَيدٌ (Zaid telah duduk)

 

Peran Ilmu Sharaf:
Dipilihnya kata جَلَسَ untuk kalimat diatas, dimana جَلَسَ sendiri memiliki 14 bentuk sesuai dengan isim dlamir. (*)
 
Peran Ilmu Nahwu:
- Kata زَيدٌ memiliki harakat ٌ (dhammahtain). (*)
- Kata جَلَسَ (kata kerja) lebih didahulukan dari kata زَيدٌ (subjek). (*)
 
(*) dibahas dalam pelajaran yang akan datang
 

بَارَكَ اللّٰهُ فِيْكُمْ وَمَعَكُمُ النَّجَاحُ وَ جَاهِدُوْا